Pulsa Bisa GRATIS dan Bikin KAYA!

Thursday, November 12, 2009

Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri?


JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya.

Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.

Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.

“Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa,” katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.

Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.

Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan.

Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya.

Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, “Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.”

Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, “Saya ingin menguji Saudara….,” atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….”

Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.”

Kenyataan dan Asumsi
Mengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita.

Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?

Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita.

Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya. Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk over compensation, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang.

Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.

Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.

Solusi
Dalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari.

  1. Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.
  2. Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.
  3. Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.
  4. Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.

Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan.

Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?

1. Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.
  • Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnya
  • b. Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.
2. Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita.
(Widya Saraswati-Kompas Rabu 11/11/09)


Read More..

Wednesday, August 12, 2009



Not me, Boss!
Ini cerita dari seorang teman yang bertahun-tahun silam
pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh
dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman.
Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua
yakni merawat rumah dan memasak. Semuanya oke-oke saja,
kecuali satu hal : mereka punya satu botol anggur yang mahal yang
disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus
berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini
mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang
mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit
berkurang.
Mereka pun memutuskan untuk mengukur
kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga
apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas. Dan
setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang
jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari,
walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi
selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang
jarang sekali berada di dalam rumah dikarenakan kesibukan mereka.
Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan
mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu
rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya
dengan air seni mereka.

Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan
yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang
seperti halnya anggur yang berada dalam botol yang mereka simpan.
Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa
si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni
mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah
dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak
menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan
persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu
menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!
Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut "Not
me, Boss! Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan
memasak sehari-hari untuk makanan para Boss!"
Moral yang dapat kita ambil dalam cerita ini, dimana
kalau kita masih bisa bertanya, kenapa mesti berasumsi? Kalau bisa
sederhana kenapa dibuat menjadi rumit? Maka jalanilah kehidupan
kita dengan itikad yang baik, serta cobalah untuk selalu
berkomunikasi.
Sumber : Anynomous


Read More..

Friday, September 21, 2007

Mendapat Reaction dari Blog Mas Fatih


Setelah menunggu lama banget nih akhirnya, Mas Fatih tempat pertama kali aku belajar bikin blog akhirnya terbuka hatinya, mungkin kasihan ya sama blogku yang gak ada perubahan dari segi link maupun pengunjungnya

hi...hi...hi...karena aku nih dah berkali-kali komentar dan juga ngelink, juga nanya segala sesuatu about ngeblog namun lama banget ga dapat balesan. Syukur alhamdulillah juga Blog Mas Fatih akhirnya kasih love link apa artinya love link aku sendiri nggak tau..tuh. Mungkin diantara pembaca ato mas fatih barangkali bisa menjelaskan lewat komentar di blog ini. Ato mungkin lewat postingan.
Aku juga bersyukur membaca postingan mas fatih bahwa blognya mendapat love link dari Blog PR 7 yang katanya merupakan blog papan atas dari amerika. Saya cuma berharap dengan mendapat link dari blog papan atas maka PR saya juga bisa naik.....harapan paling utama sih sebenarnya earningnya bisa cepat naik ( he he ini bener lho saya ga munafik ) Selama ini mang earningku payah banget sih padahal tujuan utama ngblog kan pingin dapet earning...
Aku kemarin sempat baca di Blog Isnaini tentang main di Sedoparking tapi ternyata harus punya domain 10 buah,bayangin tuh segitu banyaknya juga kayaknya harus yang berbayar bukan yang free, juga aku sempat tanya-tanya ama teman chat yaitu puthzel, kata dia main di sedo lebih gampang karena kita punya satu domain aja dah cukup untuk bisa parkir disana. Kata dia lagi yang penting bikin domain dulu terus posting terus kalo pengunjung dah banyak langsung parkir di sedo. Sekarang ini sih aku baru pesan aja untuk beli domain seperti saran dia. Ya semoga aja nanti kalo aku dah jadi markir blogku di sedo.com ato sedoparking.com ada perubahan

Yach akhirnya aku harus bersabar dengan belajar dan belajar untuk ngeblog sehingga perlahan tapi pasti earning bisa naik


Read More..

Monday, September 10, 2007

I Care About You


Teman adalah hadiah buat kita. Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnyajelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yangmenarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yangbiasa
saja, atau malah menjengkelkan. Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan
tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak
merasakan cinta dalam hidupnya.

Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan,
dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar
dari mereka.

Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena mereka pada dasarnya
buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll.
It's a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka tidak akan bilang: Mereka akan bilang:
Aku tidak bisa menari" "Menari itu tidak menarik."
Aku membutuhkan kamu" "Tidak ada yang cocok denganku."
Aku kesepian" "Teman-temanku sudah lulus semua"
Aku butuh diterima" "Aku ini buruk, tak ada yg tahan denganku"
Aku ingin didengarkan" "Kisah hidupku membosankan.."

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu itulah hadiah sesungguhnya buat kita.
Berikanlah makna di dlm kehidupan Anda bukan hanya untuk diri Anda sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dalam lingkungan kehidupan Anda.
Berikanlah waktu Anda dengan digabung oleh rasa kasih!

Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya. Seorang kawan bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur. Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk berbagi suka dan duka dgn kita pada saat kita membutuhkannya.

Maka dari itu janganlah buang waktu yg Anda miliki, janganlah sia2 akan waktu yg sedemikian berharganya. Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang kawan. Pasti waktu yg Anda berikan tsb akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa datangnya.

Mulailah kita awali dgn membagikan waktu kita sejenak dgn menforward artikel ini kepada semua kawan atau sahabat yg membutuhkannya. Dgn
ucapan I care about you!

Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain.
Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan
layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami
setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi. (J.Donald Walters)

di forward dari email yg dikirim dari: johanes.kasiyadi@wom.co.id

Tb. Sumber Jaya Makmur
Jl. Raya Binong No. 63 RT. 001/RW. 05
Curug - Tangerang 15810
Telp/Fax: 9816.5540/5949.2505, HP: 0816.1170060


Read More..

Saturday, August 4, 2007

Vertu, Signature Rose Gold Pink Diamond.....mau?







Jakarta, Vertu memperkuat jajaran produk ponsel Vertu Siganature dengan Vertu Coloured Diamonds Collection. Koleksi ini terdiri atas dua varian, Signature Rose Gold Pink Diamonds dan Signature Rode Pink Sapphires.

Dibutuhkan waktu satu bulan bagi pengrajin Vertu merakit produk ini dengan tangan. Mereka menggunakan kombinasi rose gold 18 karat, pink diamonds, pink sapphires dan batu rubi yang diklaim berkualitas.

Dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (12/7/2007), satu pengrajin Vertu sendiri dapat menghabiskan waktu sampai tiga tahun untuk belajar merakit sebuah Signature.

Di setiap unit ponsel Signature Rose Gold Pink Diamonds, produsen ponsel yang terkenal sebagai penghasil ponsel mewah ini menaburi sekitar 923 batu permata dengan 7,2 karat rata-rata. Sedangkan untuk Signature Rode Pink Sapphires mengandung 385 batu permata dengan 2,1 karat rata-rata di setiap unit ponselnya.

"Signature adalah koleksi yang sangat istimewa bagi Vertu dan kami terus berusaha untuk mencapai standar tertingi dalam desain, keterampilan dan eksklusivitas," ujar Direktur Marketing Vertu Chris Harris.

Sayangnya, tidak ada keterangan mengenai harga yang dibanderol kedua ponsel ini. Namun jika melihat dari kemewahan yang ditawarkan, pastinya harga yang ditawarkan pun akan merogoh kocek yang sangat dalam

Read More..